#SURAT MENANTI SANG JODOH
Assalammualaikum wr.wb
Teruntuk jodohku,
Izinkan jari ini menuliskan beberapa kalimat untukmu.
Melepaskan penat karna menunggumu dengan penuh pengharapan. Berharap penantian ini akan mempertemukan kita entah espk, lusa atau kapanpun. Kau tau jodohku? Saat ini aku menantimu dengan menjaga Izzah dan Iffahku. Menantimu dengan penuh penghormatan hingga waktu itu tiba. Aku tak pernah bosan menantimu disini karna aku yakin Allah telah menetapkan waktu yang tepat untuk kita berdua.
Wahai jodohku,
Penantian ini terkadang membosankan dan terbesit kata putus asa dalam hati ini. Tapi, aku selalu mencoba tegar, mengembalikan puing-puing semangat yang sempat hilang. Terlalu banyak yang ingin ku ceritakan nanti, saat kita dipersatukan oleh-Nya. Ingin aku bercerita bagaimana saat aku jatuh bangun menantimu. Masa penantian seperti masa memantaskan diri, mengisinya dengan ikhtiar terbaik.
Ku tau, jodohku..
Menapaki masa penantian ini tidaklah mudah, banyak cobaam yang sering kali menguji imanku. Tapi, aku selalu berusaha melakukan yang terbaik dan menunggu dengan cara yang terbaik pula. Agar kelak dimasa depan aku bisa menjadi yang terbaik unutkmu. Aku percaya Allah tak akan pernah mengabaikan hamba yang taat kepada-Nya.
Aku seperti orang bodoh, menari-nari sendiri dengan rasa yang selalu sama yaitu menanti. Akupun sebenarnya tak tau siapa sebenarnya yang aku nanti. Namanya saja masih rahasia. Tapi yang aku yakini hanya kalimat ini "Good woman are for good man", itu janji Allah. Maka disini aku menantimu dengan menjaga hatiku, mendirikan tabir pertahanan dari nafsu yang ingin meraib kesucian hati.
Semoga imanmu juga selalu terjaga, menjaga pandanganmu dan tutur katamu. Semoga Allah senantiasa menuntun langkah hingga terhenti dipersimpangan penantian ini. Aku akan menunggumu dengan cara yang sama. Tenang saja, semoga Allah selalu menjaga hati kita berdua hingga kita dipersatukan oleh-Nya dalam ikatan yang halal.
Kau tau, aku mencoba untuk tidak berkeluh lagi tentang berapa lama lagi aku akan menunggumu. Dan, aku tidak akan pernah bertanya kepada Sang Pemilik Kuasa kapan kau akan datang menjemputku. Karena toh sejatinya semua sudah ada yang mengatur, semua sudah tertulis di Lauhul Mahfudz jauh hari sebelum kita lahir didunia ini.
Aku hanya ingin hidup lebih baik lagi sembari menati. Aku ingin menuntut ilmu agama dan berdakwah dijalan Allah agar nantinya aku tidak terbata-bata menjawab jika engkau bertanya kepadaku tentang apa yang aku lakukan sebelum bertemu dengan mu.
Kau tau, aku tak mampu menggambarkan suka duka dalam masa penantian. Juga tak mampu menguak rasa selama masa penantian dan juga tak akan mampu mendikte waktu yang terlewatkan selama ini. Kau memang masih sangat jauh, bayangmu tak terlihat sama sekali. Saat ini kau hanya fatamorgana yang hidup dalam khayalku. Bahkan aku memayangkan bagaimana figur calon jodohku nantinya. Bagiku, kamu begitu sempurna dalam sketsa khayalku. Semuanya kupasrahkan kepada-Nya. Tentang siapa namamu, dimana kau sekarang dan kapan kita akan dipertemukan.. Yang pasti aku masih setia menikmati masa ini.
Waalaikumsalam wr.wb
Teruntuk jodohku,
Izinkan jari ini menuliskan beberapa kalimat untukmu.
Melepaskan penat karna menunggumu dengan penuh pengharapan. Berharap penantian ini akan mempertemukan kita entah espk, lusa atau kapanpun. Kau tau jodohku? Saat ini aku menantimu dengan menjaga Izzah dan Iffahku. Menantimu dengan penuh penghormatan hingga waktu itu tiba. Aku tak pernah bosan menantimu disini karna aku yakin Allah telah menetapkan waktu yang tepat untuk kita berdua.
Wahai jodohku,
Penantian ini terkadang membosankan dan terbesit kata putus asa dalam hati ini. Tapi, aku selalu mencoba tegar, mengembalikan puing-puing semangat yang sempat hilang. Terlalu banyak yang ingin ku ceritakan nanti, saat kita dipersatukan oleh-Nya. Ingin aku bercerita bagaimana saat aku jatuh bangun menantimu. Masa penantian seperti masa memantaskan diri, mengisinya dengan ikhtiar terbaik.
Ku tau, jodohku..
Menapaki masa penantian ini tidaklah mudah, banyak cobaam yang sering kali menguji imanku. Tapi, aku selalu berusaha melakukan yang terbaik dan menunggu dengan cara yang terbaik pula. Agar kelak dimasa depan aku bisa menjadi yang terbaik unutkmu. Aku percaya Allah tak akan pernah mengabaikan hamba yang taat kepada-Nya.
Aku seperti orang bodoh, menari-nari sendiri dengan rasa yang selalu sama yaitu menanti. Akupun sebenarnya tak tau siapa sebenarnya yang aku nanti. Namanya saja masih rahasia. Tapi yang aku yakini hanya kalimat ini "Good woman are for good man", itu janji Allah. Maka disini aku menantimu dengan menjaga hatiku, mendirikan tabir pertahanan dari nafsu yang ingin meraib kesucian hati.
Semoga imanmu juga selalu terjaga, menjaga pandanganmu dan tutur katamu. Semoga Allah senantiasa menuntun langkah hingga terhenti dipersimpangan penantian ini. Aku akan menunggumu dengan cara yang sama. Tenang saja, semoga Allah selalu menjaga hati kita berdua hingga kita dipersatukan oleh-Nya dalam ikatan yang halal.
Kau tau, aku mencoba untuk tidak berkeluh lagi tentang berapa lama lagi aku akan menunggumu. Dan, aku tidak akan pernah bertanya kepada Sang Pemilik Kuasa kapan kau akan datang menjemputku. Karena toh sejatinya semua sudah ada yang mengatur, semua sudah tertulis di Lauhul Mahfudz jauh hari sebelum kita lahir didunia ini.
Aku hanya ingin hidup lebih baik lagi sembari menati. Aku ingin menuntut ilmu agama dan berdakwah dijalan Allah agar nantinya aku tidak terbata-bata menjawab jika engkau bertanya kepadaku tentang apa yang aku lakukan sebelum bertemu dengan mu.
Kau tau, aku tak mampu menggambarkan suka duka dalam masa penantian. Juga tak mampu menguak rasa selama masa penantian dan juga tak akan mampu mendikte waktu yang terlewatkan selama ini. Kau memang masih sangat jauh, bayangmu tak terlihat sama sekali. Saat ini kau hanya fatamorgana yang hidup dalam khayalku. Bahkan aku memayangkan bagaimana figur calon jodohku nantinya. Bagiku, kamu begitu sempurna dalam sketsa khayalku. Semuanya kupasrahkan kepada-Nya. Tentang siapa namamu, dimana kau sekarang dan kapan kita akan dipertemukan.. Yang pasti aku masih setia menikmati masa ini.
Waalaikumsalam wr.wb
Salam Rindu
Kekasih yang menunggumu
(Didapat dari buku "Cinta itu.. Memantaskan diri, Memantapkan Hati" @Manjaddawajadaa)
Komentar
Posting Komentar