Desemberku

Desember,
Bulan yang dikenal dengan musim hujan dikotaku,
Bulan yang indah menurut sebagian orang, tapi tidak denganku,
Bulan yang penuh haru karena harus meninggalkan semua kenangan
Aku tak begitu suka dengan desember
Karena tahun lalu aku punya kenangan buruk dibulan itu,
Dengan penuh harap kebahagiaan, aku mulai berharap desember kali ini beda.
Aku berharap desember tahun ini menyenangkan, penuh kejutan dan kebahagiaan.
Sesuai doaku, desember tahun ini penuh kejutan.
Kejutan yang hampir saja nyaris membuatku terseret meratapi kenyataan.
Sepertinya aku lupa mendetail doa, atau mungkin desember memang tak pernah ingin melihatku bahagia?
Aku jatuh lagi, meski tidak sedalam yang tlah lalu.
Aku jatuh lagi, dengan luka yang beda.
Hatiku meronta, ingin tau apa yang sebenarnya.
Tapi untuk kali ini, aku harus memegang kendali diriku
Aku tak mau jatuh lebih dalam lagi, cukup.
Aku tak mau melihat kebelakang lagi.
Sepertinya, desember tahun ini ingin aku belajar ikhlas lagi.
Sepertinya hari hari berat yang lalu, masih belum cukup untuk menguji ikhlasku
Atau, aku sudah naik kelas hingga aku harus belajar ikhlas lagi ditahap yang lebih tinggi?
Entahlah,
Aku pun tak ingin mencari jawaban.
Aku hanya ingin meneruskan jalanku,

Teruntukmu yang kelak menjadi imamku.
Haruskah aku berkelana lebih lama lagi?
Merasa jatuh berkali-kali hanya untuk bertemu kamu?
Haruskan aku menunggu lagi?
Lihatlah, aku sudah mulai jengah menunggumu yang tak kunjung datang
Lihatlah seberapa besar kesabaranku menunggumu,-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Untuk Diriku Sendiri

Untuk yang sedang jatuh

Bingung Mau Buat Judul Apa HEHEHE